menjadi yanuar

Dari keheningan perbukitan Rogorunting, perbukitan Gunung sari dan pegunungan Tugelan, sebuah desa eks Kawedanan Belanda ini berada (daerah yang lebih luas dan ramai dibanding kota kecamatan lainnya : ibukota /pusat pemerintahan dari beberapa penguasa administratif tingkat Kecamatan). Ia adalah desa Simo Kecamatan Simo. Sebuah desa tingkat Kecamatan yang pada suatu masa pernah menjadi desa dengan jumlah pelajar terbanyak di Indonesia.

Desa Simo terletak sekitar 30 km arah Barat Laut dari kota Solo (Karesidenan Surakarta) dengan waktu tempuh dari kota Solo sekitar satu jam melalui angkutan darat  atau dengan kendaraan bermotor atau kendaraan umum.

Simo berarti Singa, dan dalam Babad Tanah Jawi terbitan Balai Pustaka disebutkan bahwa pada suatu waktu, para pengawal pengikut Raden Patah (salah satu Wali Songo dari Demak) yang melintasi kawasan tersebut, ketika menghadapi serangan musuh, mereka cukup melawan dengan memukul sebuah gong yang dinamakan Kiai Singoprono nama sebutan sepintas karena pemilik Gong sekaligus pemimpin pada kelompok itu adalah Kyai Singoprono. Bunyi gong itu sama persis dengan auman ratusan Singa … yang membuat musuh ketakutan dan lari tunggang langgang.

Gong tersebut konon pernah ditempatkan di rerindangan pohon duwet, yang sampai hari ini pohon tersebut masih ada terpelihara di jantung kota kecamatan. Berada di bawah rerindangan pohon itu memberikan kita suasana edhum, suatu suasana hati, jiwa dan raga yang benar benar nyaman. itulah mengapa aku menamakan blog ini edhum. terus terang aku kesulitan mencari padan kata-nya dalam bahasa Indonesia.

Dari situlah nama Simo itu berasal. jadi Simo berarti Singa/Macan.

Dalam catatan sejarah yang ditulis oleh Bapak-ku menyebutkan : Sekitar jam 10 malam, hari itu Selawa Wage tanggal 6 Januari 1970 terlahirlah sebagai anak kedua, sesosok manusia laki laki di muka bumi ini dari pasangan suami istri yaitu, Bapak yang bernama Ichsanuddin dan seorang Ibu yang bernama Sri Suwarti, anak itu selanjutnya diberi nama yanuar ahmad.

Yanuar : berarti bulan Januari : karena anak itu lahir pada awal Januari. Sekaligus sebagai berwujudan rasa kagum Bapak-ku terhadap se-sosok pemain sepak bola nasional waktu itu. selanjutnya nama itu diberi imbuhan Ahmad oleh Mbah Kakung-nya dari Simo dengan harapan agar kelak menjadi manusia yang baik dan berguna. Sementara Mbah kakung dari Ibu-ku memberinya nama panggilan DJarot sebagaimana Ibu Kunti memanggil anaknya laki laki kedua, yang selanjutnya setelah dewasa bernama Brotoseno alias Werkudoro alias Bimo alias Jagal Abilowo (sejarah pewayangan).

Kata Mbah kakung-ku, manusia yang lahir Seloso Wage bercirikan :

1. Brangasan :mudah terbakar emosinya, mudah marah sekaligus juga mudah terharu atau ntrenyuh.

2. Teguh pada pendirian

3. Tidak takut pada apapun dan siapapun.

4. Berwatak seperti Bambu : Kaku sehingga bisa dijadikan pikulan (ingat pikulan penjual sate ?) sekaligus lemes lentur sehingga bisa dijadikan tali.

5. Tidak bisa jauh dari makanan (Nora biso adoh karo pangan-an).

6. Rejeki-nya menetes bagaikan tetesan air. Sehingga tidak bisa jadi orang kaya.

7. Mudah mendapatkan sesuatu juga cepat kehilangan sesuatu.

Pengeja-wantahan makna dari Seloso wage itulah yang menjadikan sebuah semangat hidup sebagaimana manusia yang lain. Sebagaimaba sabda Nabi SAW yang menyebutkan nama adalah doa, dan ini aku pahami sekali dengan salah satu ilmu yang bersumber dari ilmu leluhur ku, untuk sengaja senantiasa aktiv berusaha menjadi yanuar yang sesungguhnya, demikianlah kira kira per-maknaan dari ilmu titen tersebut. (Ilmu Titen : ilmu yang berasal dari melihat dan mengingat secara terus menerus dan berkesinambungan)

Jabang bayi, yanuar ahmad terlahir bukan di sebuah Rumah Sakit yang moderen atau sebuah Puskesmas di kota kecamatan yang bersih, atau di rumah seorang Dokter atau bidan desa … pun. Ia terlahir di rumah mertua-nya si Ibu alias rumah dari Bapaknya atau tepatnya di rumah Embahnya dalam suasana yang serba sederhana dan penuh keterbatasan.

Dari kesederhanaan dan keterbatasan itulah yang kemudian menyemangati sosok laki laki yang biasa di panggil yanuar itu, menjalani kehidupannya dengan penuh ambisi dan emosi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: