Hari anak

23 Juli di jadikan hari anak nasional Indonesia, aku tidak terlalu paham akan hal itu, yang aku pahami hanyalah tiba tiba aku teringat anak ku sendiri, Mas Alif dan Mbak Gendis … (masak ingat anak orang lain ??)

Sengaja aku doktrin kan pada mereka sejak 0 tahun sampai masuk usia sekolah TK dengan doktrin : “Makan yang banyak dan bobok yang lama !” pesan ini aku maksudkan adalah untuk membentuk fisiknya agar senantiasa sehat, brigas dan memiliki semangat hidup, dimana pemahaman sederhanaku adalah jika anak porsi makan dan istirahatnya cukup, maka ia akan senantiasa sehat dan fisiknya baik.

Begitu memasuki usia sekolah, doktrin itu aku ganti dengan : “Selalu gembira dan penuh rasa syukur !” ini juga aku maksudkan agar anak anak memiliki mental yang baik dan riang selalu (aspek mentalitas).

Tapi, itulah anak anak ku, yang sering memunculkan tingkah polah yang tidak aku duga sama sekali sebelumnya, misalnya :

1. Mas Alif, sewaktu belum sekolah dulu, kalau tidak ingin ayahnya pergi ke kantor, selalu mengencingi sepatu dan punggung ayahnya (padahal sudah pakai seragam untuk berangkat kerja ….

2. Mas alif pernah mengatakan bahwa tampang embahnya mirip tampang ayah, lha embah (bapak ku) bilang : ” Bukan tampang embahmu ini yang mirip ayahmu, … tapi tampang ayahmu itulah yang mirip embah ini ?” (ya, karena aku adalah anak bapak Ibuku dan Mas Alif adalah anakku)

3. Sewaktu ulang tahun ke-5, kue tart untuk acara syukuran dikelas-nya dijilat seluruhnya, katanya biar nggak ada yang mau makan kue ini ! tandasnya.

4. Mbak Gendis sudah belajar mengaji sejak usia 2 tahun, namun yang diucapkan sesuka hatinya, misalnya : Kul Hum Mul Hum Mul Hum Mul Hummm … Mul Hum Kul Hum Mul Hum Mul Hum … begitu diucapkan dan dinyanyikan dengan suara yang lembut merdu seusai sholat maghrib bersama saya.

5. Entah mengapa, sejak kecil sampai hari ini, Mbak Gendis suka mendandani/merias/make up wajah ayahnya (dan bukan dengan ibunya) dengan bedak, pupur, eye shadouw dan lipstik … aku jadi sering pura pura takut dibuatnya. Kejadian itu biasanya dilaksanakan hari Jum’at malam, Sabtu malam, Minggu malam dan Senin malam.

6. Sewaktu aku bertengkar dengan istriku, selalu saja ada kata kata mbak Gendis yang sering mambuat aku tertawa dan nggak jadi bertengkar, misalnya : Sudahlah, mbok kalian itu To Bat : Soto Babat !! dan akhirnya kita pun ber empat gembira lagi dan pergi makan soto babat.

7. Kalau ayahnya sedang stres, kemudian kita berempat berkumpul. Dan aku mengajak menyanyikan lagu burung kutilang !, nah siapa yang ketawa duluan itu yang kalah …. lagunya : Dipucuk pohon cemara …. burung kutil … kutil … kutil … sebanyak banyaknya …. sampai salah satu menyerah ?

8. Terkadang aku juga menyanyikan lagu : buat apa susah (diplesetkan menjadi buat apa susi) lagunya : …..”buat apa susi ? … buat apa susi ? … susi itu nggak ada susunya …

hmmmm…

9. Saat memasuki kelas TK, mas Alif paling tidak bisa bernyanyi dan berbaris, masak kalau masuk kelas ia sengaja berjalan mundur ?? dan sesampai di dalam kelas ia duduk dan berdiri diatas meja sambil tolah toleh (tengok kanan kiri) dan tidak mau turun, bahkan diingatkan oleh Ibu guru sekalipun ???

Anehnya lagi, kelakuan Mas Alif ini, kata ayahku … juga pernah aku lakukan saat masih duduk di kelas 1 SD di SD Gunung Sari sekitar tahun 1976

Ya, itulah dunia anak, dunia milik mereka, aku dan ibunya cukup memfasilitasinya saja …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: