Nama 2

Kalau melihat HMI cabang Solo hari ini yang perkaderannya mandeg, maka aku teringat 19 Tahun yang lalu, tepatnya tahun 1990 an, dimana pernah terjadi training dengan peserta terbanyak, sampai menembus angka 70 orang peserta, dan terpaksa kelas kita bagi menjadi 2, satu kelas di kantor cabang dan kelas lainnya di Masjid dekat Monumen Pers Surakarta. Bahkan pada Saat Musyawarah Lembaga (Muslem) LPLK pertanggung-jawabanku sebagai Ketum LPLK, juga menembus angka peserta terbanyak pula, ini aku tuangkan dalam laporan pertanggung-jawabanku (LPJ).

Disini aku mengenal banyak sekali sahabat sahabat diantaranya : Adib, Agus Ileng, Badrus, Zubed, Miftah, Santo, Kohar, Mas’ad, Hersy, Tatang, Oliq, Eko, Dwiki, Yudo, Joko, Kotrut, Heri, Slamet, Tri, Rohadi, Tofik, Endra, Badriyah, dan banyak lagi yang kesemuanya berkecimpung di team pengelola latihan (Senior)

Nah, sering dalam mengisi training kita bergiliran untuk mengelola dari training ke training, semua dilakukan dengan senang hati lho …. padahal tidak ada yang kasih honor, dan terkadang justru kita malahan mengeluarkan sejumlah dana. Bahkan terkadang kita dalam satu bulan bisa mengelola training tanpa putus dari komisariat A, B, C dan seterusnya.

Untuk mengisi kekeringan rasa humor dan pelepas stress, maka sering kita saling bercanda, maklum mengisi training apalagi yang berkaitan dengan Spiritualitas, Ideologi, Nasionalisme, Kebangsaan, Kemahasiswaan dan Teori Strategi/Taktik terkenal cukup serius, menyita pikiran dan otak kita !

Salah satunya adalah dengan menghubung hubungkan nama kita dengan sebuah kejadian misalnya :

Adib, kono Agus gen Badrus !! (Adib, sana pergi mandi, biar rapi)

Tantowi, entuk salam soko Dian ? maksudnya bukan Dian Sofiana (Gadis manis dari Fakultas Teknik) tapi dari Dian Cuk !!! (Bentuk pisuh an orang Jawa Timur ) …..

Ingat Adib Zuhairi maka akan ingat penjual Heeek Pak Man !

Ingat Heri Bakwan, Ingat Mus Mulyadi dan Waljinah

Ingat Kotrut Tatris, jeneng kakeh an huruf T.

Fudoli, yang asli Bulakamba – Brebes (Jateng) yang kalau ngomong keras bagaikan suara TOA !

Ingat Yanuar, ingat Man Yan (karena aku pernah kost disebuah keluarga yang anaknya tidak bisa menyebut atau mengucap  huruf  S dan menyebutnya menjadi ucapan N. Jadi kalau tikus ya tikun, Sore ya nore, Bakso ya baknyo, tas ya tan, Bis jagi Bin dan Mas Yan di panggilnya Man Yan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: