Cerita anak

Kemarin sore, ada cerita sedih dari Mbak Gendis dan Mas Alif, kucing kesayangannya yang bernama Bola ditemukan dalam keadaan sudah mati. Tambahnya, Bola mati dalam keadaan perut membuncit dan kepala berdarah. Aku jelaskan, mungkin itu karena diracun orang atau makan makanan yang mengandung racun karena biasanya kucing mati dalam keadaan ringan dan kering. Ya, sudahlah… aku katakan pada mereka, apakah sudah membacakan surat Al Fatikhah ? jawab mereka berdua… sudah yah … syukurlah, kucing juga mahluk Tuhan. Apalagi si Bola sudah mengisi ruang keluarga kita ini sudah cukup lama. Si Bola lahir sekitar 8 tahun yang lalu, bahkan beberapa tahun terakhir pernah tertabrak motor sampai tulangnya hancur … untungnya pelan pelan kita sekeluarga berhasil mengupayakan untuk kesembuhannya dan sembuh kembali, meskipun jalannya agak tengkleng dan pincang. Kini bola benar benar sudah mati.

Dengan bantuan teman teman Mas Alif dan Mbak Gendis, maka Bola dikubur secara baik baik di sebelah ujung barat lapangan sepak bola Kebon Singkong, tempat anak anak dan aku biasa bermain di minggu pagi untuk sekedar tamplek tamplek’an wulu (bulutangkis) dan ber polah raga, terutama becanda dan bersenang senang bergembira.

Kedekatan keluarga-ku dengan binatang terutama kucing dan burung serta tanam tanaman cukup baik. Kami semua penyayang binatang dan tumbuhan. Kalau dikumpulkan dari yang ada di desa dan di Jakarta maka ada 26 ekor burung perkutut dan empat ekor kucing, serta berpuluh tanaman yang terawat dalam tabulapot.

Hobi ini sebenarnya adalah hobi turunan, kata orang bapak ku juga sewaktu kecil gemar menangkap dan memelihara binatang terutama burung perkutut. Sewaktu kuliah di Solo dulu, bahkan aku pernah memiliki 14 ekor burung (dari Perkutut, Cocak Rowo, Pok Say, Kutilang, Prenjak, Robin, Kenari dan Trocok) bahkan pada saat aku aktiv di HMI Cabang Solo, aku juga membawa peliharaan itu ke kantor cabang dalam 4 kurungan besar, ada jalak Bali, Jalak Ireng, Derkuku dan Puter) ini adalah sesuatu hal yang aneh bagi pengurus cabang kala itu.

Kembali ke Si Bola, ia bagi ku sudah bukan sekedar binatang lagi, ia bagiku telah menjelma menjadi prewangan (rewang/pemaham ku : binatang yang memahami aku), ketika aku sakit dulu, ia tiap malam tidur di kaki ku. Sebelum tidur di kaki ku terlebih dahulu menjilat i rambut kepala ku. ini suatu yang aneh.

Demikian juga pada anggota keluargaku, entah karena kebiasaan yang sudah lama, maka dengan kata kata dan perintah lisan ala manusia, kucing itu sepertinya paham akan maksudnya, demikianlah sekilas kehidupan keluarga ku dengan binatang binatang kesayangnnya.

Terbukti setiap kami memiliki binatang yang akan dipelihara dan dirawat, maka hal pertama yang ada adalah memberinya nama, misalnya kucing kedua bernama Poleng karena belang hitam putih, dan kucing ketiga bernama kampret karena terkadang jahil kaya kampret/kelelawar.

Demikian juga burung peliharaan yang ada, kebetulan perkutut semua (jalak dan Kutilangnya sudah duluan mati karena usia), adapun nama perkutut itu adalah Triman, karena perkutut ini jinak sekali, mudah bertengger di tangan dan menerima segala apapun dari saya. Sumeh, karena rajin sekali bernyanyi/manggung layaknya orang yang murah senyum. Sebloh, ia rajin makan… kalau makan sampai kedengaran cucukan makanannya cuk … cuk … cuk…  dan makanannya banyak sekali. Gito/gati : perkutut kembar asli Jawa yang aku beli dari gaji ke tiga belas 2 tahun yang lalu (Gati : Gaji Tigabelas/Gito : sahabatnya gati), ada juga yang bernama kencono sworo : suaranya bagaikan emas … merdu terlebih di dengarkan esok pagi pagi sambil nyruput teh panas dan mendengarkan langgam Jawa yang berjudul ” Kusumaning Ati” atau “Kutut manggung”.

Ini terjadi juga semata mata karena sebuah tradisi sebagaimana tradisi “laki laki” Jawa yang baru dikatakan laki laki jika sudah mempunyai : Wanito/Istri, Asmo/Nama, Turonggo/Kendaraan, Kukilo/Burung/Bunyi bunyian, Wismo/Rumah, Curigo/Keris/Senjata dan Harto/Harta (tertuang dalam Sapto Broto/Tujuh Derajad)

Selamat jalan si Bola !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: