7 (baca : pitu/tujuh)

Angka tujuh bagi masyarakat tradisional Jawa mempunyai arti yang sangat mistis dan tidak bisa dilepaskan dari sendi kehidupannya, demikian juga masyarakat desa-ku, desa Nggunung sari kecamatan Simo. Lihatlah ada sesaji bunga tujuh rupa (mawar, melati, kenanga, kanthil, menur, pandan dan mangkok-an) ada juga air dari tujuh sumber mata air/sumur, puasa mutih tujuh hari tujuh malam (siang-nya berpuasa dan malamnya hanya makan nasi putih dan atau polo kependhem (umbi-umbian) dan minum air bening dan bukan air putih, jajan pasar sebanyak tujuh rupa (Jenang, Wajik, cucur, jadah, apem, ketan dan thiwul).

Mengapa sesaji ?

Sesaji adalah bahasa sederhana masyarakat desa dalam menerjemahkan kata puja dan puji kepada yang Membuat Jagad Raya ini ada. Ia berfungsi secara ritual, spiritual dan sosial. Ia menjadi keharusan usaha yang sengaja  dijalani secara sesering mungkin selama kehidupan berlangsung (ritual) untuk mengharapkan adanya kepuasan lahir bathin dalam waktu yang lama (spiritual) dan sekaligus meberikan rasa kebersamaan, saling memberi, penghormatan dan pernyataan untuk bergabung (ajur ajer : cair/liquid) antara sesama hamba/mahluk Tuhan (sosial).

Sesajian (pemberian : biasanya berupa makanan, minuman dan wewangian) ini bisa di sama artikan dengan kerja sosial atas upaya pengucapan asma’ul khusna yang juga berupa bentuk puji pujian (memberikan kebaikan) atas Kekuasaan ALLAH SWT, manakala suatu mahluk pada ruang dan waktu yang sama mengharapkan ke-Ridho-anNya. Ketika itu di benda kan bukan berarti kita berkehendak menjadi Musyrik atau Menyekutukan-Nya?  Ia justru juga merupakan wujud syukur dengan membagikan atau memberikan sesuatu yang berguna kepada sesama mahluk Tuhan dalam bentuk makanan dan minuman juga wewangian sebagaimana orang awwam desaku mempersonifikasikan keadaan Surga dengan air yang mengalir, banyak tersedia makanan dan buah serta aroma yang selalu harum wangi.

Mengapa tujuh ?

Tujuh dalam pengucapan bahawa Jawa adalah pitu. Pitu adalah Djarwodhosok alias singkatan dengan kata lengkapnya dimaksudkan adalah Pitulungan (pertolongan) suatu kata kerja yang berarti mengharapkan suatu Dzat Maha Segalanya bekerja atau berbuat untuk kita. mengharapkan pertolongan Tuhan !

Karena hanya kepada Gusti Allah-lah manusia minta pertolongan dan mengharapkan bantuannya. Makanya ritual itu di bungkus dengan acara syukur-an dan bukan acara matur nuwun-an atau terima kasih-an. Karena kepada Tuhan Gusti Allah kita bersyukur bukan ber-terima kasih, sebagaimana sering diucapkan kebanyakan orang seperti dalam iklan Bantuan Langsung Tunai (BLT) di televisi atau manakala artis menerima penghargaan dari sponsor malah berterimakasih pada Tuhan ? dan bukannya bersyukur ?

Bersyukur dengan mempersembahkan/menghadirkan sesuatu yang tujuh (baik makanan, minuman maupun wewangian) adalah bahasa yang sungguh sederhana dan bisa dipahami secara tradisi sebagaimana di-amin-i oleh para Wali di tanah Jawa masa lampau dan ini dianggap sebagai suatu pemesraan antara agama dan tradisi yang memang sebenarnya tradisi adalah agama yang menerjemah.

Ia sama sekali bukan bentuk penyekutuan atas keberadaan Gusti Kang Murbo Eng (Murbeng) Dumadi. Ia adalah wujud ke-santun-an dan ke-patuh-an hamba Allah. Mengharapkan pertolongan sekaligus menyampaikan rasa syukur.

Mungkinkah anda bisa melaksanakan kepada atasan anda ?

Mungkinkah mahasiswa melaksanakan pada profesornya ?

Mungkinkah pelajar melaksanakan pada gurunya ?

Mungkinkah anak melaksanakan pada Bopo-biyung-nya ?

Mari kita buat segalanya serba mungkin.

Dan bisa dipraktik-kan pada anda, coba makanlah dengan asupan keaneka ragaman makanan yang anda makan dalam sehari tidak lebih dari 7 macam ! Mulailah dengan yang sudah ada 2 yaitu nasi dan air minum, sisanya tinggal 5 jenis makanan lagi dan jangan lebih ?

Niscaya anda akan sehat wal afiat, toto tentrem lahir bathin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: